RESUME MENULIS GEL 17

Kamis, 12 Agustus 2021

Puisi Akrostik Delapan Puluh Delapan







 Delapan Puluh Delapan

Oleh : Ai Setiawati


Desir angin mengusik lamunan

Entah apa yang membawaku kembali dalam lamunan

Lama sudah tersimpan dalam kenangan

Akankah ku sanggup untuk menyimpan

Pergilah bersama ego yang kau simpan

Akhiri semua ini, agar tak jadi dendam

Nun jauh di sana seorang pangeran menanti dalam kesetiaan 


Perlahan ku tinggalkan

Untaian kisah usang  yang menyakitkan

Lama sudah tersimpan

Ungkapan sejuta maaf kau ucapkan

Hingga kau berpulang menghadap Sang Kuasa


Derai air mata jadi saksi pengkhianatan, aku tersakiti

Entah sampai kapan, bayangan suram  menghantui

Lupakan semuanya, bersama waktu yang terus berganti

Aku harus bangkit, jadi pribadi yang lebih berarti

Pastikan titian langkah yang akan dilewati

Agar hidup lebih indah bak pelangi

Niatkan  dalam hati


PenaSetiawati 050821


5 komentar:

Posting Paling Populer

Latihan Mengoja Diri