RESUME MENULIS GEL 17

Kamis, 04 Maret 2021

Di antara Pilihan

  





Segala gerak-gerik manusia hanya Allah yang tahu, bahkan semua skenario hidup hanya Allah yang maha tahu. Manusia hanya bisa berencana, selebihnya Allah yang akan menentukan. Kalau kita sadar akan semua hal itu, maka kita tidak akan selalu mengeluh. Apalah daya  ada saja rasa kesal, mumet, stress, putus asa. Sebagai seorang umat manusia yang hidup dalam masyarakat dan selalu berinteraksi dengan yang lain, rasanya wajar kalau kita punya keinginan untuk lebih maju atau ada pencapaian dalam diri. Ini terasa setelah 20 tahun saya menjadi tenaga pengajar di tempat yang sama. Saya menjadi tenaga pengajar di sekolah ini sejak tahun 2000 ketika itu saya baru lulus kuliah S1. Saya memberanikan diri menjadi tenaga pengajar di sana. Masih ingat di benak saya ketika saya ditawari mengajar mata pelajaran Fisika, selama 6 tahun saya mengampu mata pelajaran itu. Saya jalani dengan mudah karena saya punya teman untuk berbagi, belialah guru senior di sini. Semua kesulitan dalam mengajar selalu saya diskusikan. Siswaku merasa senang walaupun ada sebagian siswa yang susah belajar Fisika. Pelajarannya memang sulit tetapi saya selalu berusaha agar semua siswa memahami apa yang saya ajarkan.

Selain mengajar Fisika, kemampuan berkesenianku juga lumayan walaupun belum bisa dikatakan mahir. Karena kedekatanku dengan siswa maka saya ditunjuk untuk menjadi pembina Drumband waktu itu awalnya membantu guru senior. Saya terima tawaran itu walaupun masih banyak kekurangan, sambil terus belajar saya memperluas pergaulan dengan komunitas drumband di tingkat kabupaten. Dengan pertemanan rasanya saya sangat mudah untuk berbagi ilmu. Alhamdulillah sampai saat ini saya masih menjadi bagian dari drumband. Berbagai kejuaraan telah saya ikuti, saya hantarkan mereka menjadi sang juara. Banyak sekali tantangan dan hambatan yang saya hadapi. Berbagai persoalan yang selalu muncul ketika pucuk pimpinan berganti, maka berganti pula kebijakan nya. 14 tahun saya bergelut dengan kegiatan drumband yang sangat melelahkan. Mengapa melelahkan??? Karena saya harus melatih siswa sekitar 90 orang, bahkan saya pernah melatih siswa sampai 120 orang. Saya tidak sendiri, kami membuat grup pelatih di mana dalam drumband ada 3 divisi di  antaranya divisi perkusi, divisi Brass, divisi colourguard. Saya sendiri memegang tanggung jawab untuk ketiga divisi itu. Apabila akan ada kegiatan pertunjukan atau perlombaan sudah dipastikan sangat luar biasa sibuknya. Kami berlatih dari 3 bulan sebelum kegiatan. Sangat memeras tenaga dan pikiran. Namun semua akan terbayar ketika melihat anak didik kita melakukan pertunjukan yang luar biasa apalagi ketika semua penonton yang hadir memberikan tepuk tangan yang meriah, artinya penonton sangat menikmati pertunjukannya. 

Menghantarkan siswa menjadi juara adalah tanggung jawab saya. Begitu besarnya tanggung jawab yang saya sandang terkadang suka membuat saya terlalu terlena dan agar sedikit melupakan hal yang lain. Rasanya sudah cukup saya bergelut di bidang drumband bahkan sekarang sedang pada titik jenuh. Wajarkah ini??? Mungkin karena saya sudah terlalu lama dan usia semakin bertambah dimana tenaga sudah tidak mendukung. Sekarang badan mudah lelah tidak seperti dulu lagi. Begitu lentur badan ini ketika melatih majorette untuk beratraksi, kaki dan tanganku begitu lincah dan lentur ketika melatih berbagai gerakan untuk colourguard. Teriakkan ku begitu lantang ketika memberi aba-aba untuk merubah formasi barisan. Saya sadar sekaranglah saatnya bagi saya untuk  mengundurkan diri dari hingar-bingar kegiatan drumband. Hidup selalu ada di antara dua pilihan dan harus kita pilih. Keputusan yang sangat berat bagi saya, namun harus dilakukan. Saya tidak mau berkarier hebat di luar, tetapi anak-anak di rumah tidak di perhatikan. Cukup sudah saya mengukir prestasi di drumband.

Saya pun kembali menggali hobi menulis yang sudah lama tidak terasah. Saya pun bergabung dengan guru-guru hebat. Grup yang sangat luar biasa di mana kita semua berbaur tanpa melihat latar belakang apapun, yang ada hanya satu tujuan yaitu bagaimana caranya kita bisa berkarya lewat tulisan. Sudah hampir 6 bulan saya bergabung di grup ini. Pencapaian dalam bidang menulis masih sangat minim, namun saya bangga sudah bisa  menghasilkan 4 buku antologi. Walaupun istilahnya buku keroyokan, tetapi bagi saya itu adalah pencapaian yang luar biasa. Alhamdulillah saya sudah bisa membuat Blog walaupun isinya baru sebatas tulisan biasa saja bahkan bisa di bilang diary digital. Selama mengeluti dunia menulis ada rasa nyaman dan pikiran saya selalu tenang. Namun semua harus ada tujuan yang pasti. Tulisan saya harus menjelma menjadi sebuah buku. Memang sih bagai " Punguk  merindukan bulan", tetapi saya tetap optimis walaupun banyak rintangan dalam menulis. Ada beberapa rintangan yang harus saya hadapi di antaranya : 

  • Kelemahan saya dalam IT, membuat saya semakin tertinggal. Bahkan Blog saya masih biasa-biasa saja.
  • Waktu, inilah hal yang masih sangat susah saya atur. Ketika saya fokus menulis, ternyata tugas utama saya sebagai guru terbengkalai, tugas di rumah berantakan.
  • Uang adalah sebagai modal dalam melakukan apapun. Memang uang bukan segalanya, tetapi segalanya harus menggunakan uang.
  • Ide menulis, alhamdulillah selalu ada saja ide untuk dijadikan tulisan namun pada waktu mau mengeksekusi ide menjadi sebuah tulisan, ada saja hambatannya.
  • Sedih kalau blog kita sepi komentar, rasanya percuma saya menulis tetapi tidak ada yang membaca.
  • Malas,,,inilah penyakitnya apalagi kalau tugas sudah terlewat dan semakin bertumpuk, akhirnya di diamkan saja.
Besar harapan saya untuk tetap konsisten menulis walaupun harus terseok-seok dan terseret jauh. Saya bangga punya banyak sahabat  guru hebat yang selalu memberikan motivasi. Banyak penawaran untuk menulis dan membuat buku, namun saya belum siap sepenuhnya. Semoga saya bisa mewujudkan mimpi saya untuk memiliki buku solo..Aamiin. Saya mempunyai cita-cita  semoga dari kegiatan menulis ini bisa dijadikan jembatan untuk saya menuju ketujuan yang lebih besar. Begitu banyak guru-guru hebat yang telah memberikan motivasi dan semuanya sangat bagus dan luar biasa. Begitu banyak guru hebat yang berprestasi yang semua berawal dari kegiatan menulis. Semoga saya bisa mengikuti jejak para guru yang hebat.




 


18 komentar:

  1. Semangat Bunda...saya juga terseok-seok nih...🤭🤭
    Beruntung ikut bergabung dalam komunitas yanguar biasa ini..

    BalasHapus
  2. Semangat Bunda...saya juga terseok-seok nih...🤭🤭
    Beruntung ikut bergabung dalam komunitas yanguar biasa ini..

    BalasHapus
  3. Aamiin, semoga tercapai semua cita-citanya ya Bu Ai
    Tetap semangat

    BalasHapus
  4. Aamiin, semoga tercapai semua cita-citanya ya Bu Ai
    Tetap semangat

    BalasHapus
  5. Betul mengatur waktu menjadi masalah tersendiri untuk kita. Tetap semangat, kita pasti bisa. Hanya perlu penyesuaian jadwal.

    BalasHapus
  6. Semangat Bu Ai, pasti bisa mencaoai ekspektasi menerbitkan buku.

    BalasHapus
  7. Semangat Bu Ai, pasti bisa mencaoai ekspektasi menerbitkan buku.

    BalasHapus
  8. Semangat Sobat...
    Nikmati Prosesnya, nanti akan timbul keajaiban diakhir skenario.
    Ayoo Terus Menulis Ibu Drumband... hhihihihihi

    BalasHapus
  9. Semangat Sobat...
    Nikmati Prosesnya, nanti akan timbul keajaiban diakhir skenario.
    Ayoo Terus Menulis Ibu Drumband... hhihihihihi

    BalasHapus
  10. Tetap semangat menulis, Bu Drumband! Ayo saling dukung!

    BalasHapus
  11. Sama Bu,saya juga tertatih- Ratih,ayo kita tetap semangat.

    BalasHapus
  12. semangat Bund...tetap dalam lingkaran
    tetap bergandeng tangan biar Bunda dan kita semua bisa saling menguatkan

    BalasHapus
  13. semangat Bund...tetap dalam lingkaran
    tetap bergandeng tangan biar Bunda dan kita semua bisa saling menguatkan

    BalasHapus

Posting Paling Populer

Latihan Mengoja Diri