RESUME MENULIS GEL 17

Selasa, 09 Februari 2021

Strategi Memasarkan Buku Saat Pandemi

 


Kegiatan pelatihan kali ini yang menjadi nara sumber adalah  Agustinus Subardana, selaku Direktur Pemasaran Penerbit Andi. Dengan materi "Teknik Memasarkan Buku". Materi yang sangat luar biasa yang harus diketahui oleh semua penulis, terutama penulis pemula seperti saya. Menulis, menerbitkan buku adalah hal yang sangat tidak mungkin untuk saya. Masih banyak ilmu yang belum saya dapatkan. Tetapi setelah saya gabung di grup menulis ini, pemikiran saya jadi berubah. Dalam masa pandemi ini di mana semua terdampak secara kesehatan maupun ekonomi, jangankan untuk membeli buku, untuk membeli sembako saja sulit. Itulah yang terjadi di masyarakat. Ada banyak perusahaan yang terdampak dengan Pandemi corona - 19. Ada beberapa perusahaan  yang hanya bertahan 3 bulan selama masa Pandemi. Ini sangat membawa dampak buruk  terhadap usaha penerbitan buku. 

Tetapi ada fenomena baru yang terjadi pada industri penerbitan. Data yang kita peroleh bahwa di tengah semakin lesunya bisnis di berbagai industri akibat pandemi Covid-19, industri penerbitan buku justru bertumbuh. Merujuk laporan Nielsen BookScan ICM, penjulan buku di global hingga akhir pekan di bulan Juli 2020 (YTD) mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Masih merujuk data tersebut, genre buku yang mengalami kenaikan adalah genre “Food & Drink” yang pertumbuhannya mencapai 33% atau menjadi 2,8 juta Euro. Selanjutnya, pada genre Fiksi tumbuh 9% (menjadi 7,1 juta Euro), genre Leisure & Lifestyle tumbuh 37% (menjadi 1,4 juta Euro), genre Personal Development tumbuh 11% (menjadi 2,2 juta Euro), dan genre Children & Young Adult Non-Fiction tumbuh 15% (menjadi 1,5 juta Euro).

Berdasarkan hasil survei Ikapi, sebanyak 58,2% penerbit mengeluhkan penjualan yang turun lebih dari 50%. Separuh penerbit juga menyebutkan merosotnya produktivitas karyawan secara tajam dalam kondisi work from home (WFH) saat ini. Bahkan, sebanyak 60,2% penerbit menyatakan bahwa mereka hanya sanggup menggaji karyawan selama tiga bulan dan hanya 5% yang menyatakan sanggup bertahan sampai satu tahun.

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian , hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokkan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri. Penerbit  ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 15.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori (dapat di kunjungi ke website kami : www.andipublisher.com ).


Ada dua strategi pemasaran yang dilakukan oleh Penerbit Andi  Offset yaitu :

  1. Strategi pemasaran buku serangan udara ( Online), melalui media online dan media sosial
  2. Strategi pemasaran buku serangan darat (Offline), melalui toko buku secara langsung.
Strategi pemasaran online diawali dengan transformasi digital di mana semua berubah seiring dengan perkembangan zaman. Dan dengan adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita mengurangi kontak fisik dengan orang lain, maka marketing digitallah yang di pakai oleh Penerbit Andi Offset. Selain dua strategi itu Penerbit Andi juga terus mengembangkan Directselling. Pemasaran jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

  1. Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
  2. Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah
  3. Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum

Dengan pemetaan jenis katagori tersebut di atas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (sales) .  Dibalik kelebihan pemasaran secara online ternyata ada juga beberapa kendala yang di hadapi diantaranya :

  1. Kendala saluran internet
  2. Transaksi
  3. Ada alamat yang tidak tepat sehingga menghambat pengiriman
  4. Biaya pengiriman

Dengan semakin berkembangnya industri penerbitan di negara kita berarti semakin banyak pelang untuk para penulis. Setelah melihat pemaparan dari narasumber ada sedikit pencerahan dan juga semangat untuk terus menulis. Banyak strategi pemasaran buku yang dapat kita ciptakan, asalkan ada kemauan, mau berusaha dan tekun berkarya lewat tulisan.

Kata - kata  mutiara dari narasumber :

"Jangan pernah ragu meniru penulis lain. Setiap seniman yang tengah mengasah keterampilannya membutuhkan model. Pada akhirnya, Anda akan menemukan gaya sendiri dan menanggalkan kulit penulis yang Anda tiru."


#Resume Pelatihan Menulis Gel.17


2 komentar:

Posting Paling Populer

Latihan Mengoja Diri