RESUME MENULIS GEL 17

Jumat, 19 Februari 2021

'Menulis Buku Nonfiksi Dalam 7 Hari







Hari ini adalah hari ke 20 saya mengikuti kegiatan pelatihan belajar menulis. Alhamdulillah hari ini saya bisa mengikuti kegiatan sampai tuntas walaupun ada sedikit gangguan. Melihat tema yang dibawakan oleh narasumber sangat luar biasa. Tantangan menulis dalam 7 hari ???? Bagaiman bisa, bagaimana caranya, berbagai pertanyaan yang ada dalam benak saya. Narasumber kali ini bernama Bu Musiin M.Pd dan beliau adalah seorang dosen. Saya baca CV beliau dan sangat luar biasa begitu banyak hasil karyanya, pantas saja beliau mampu menerima tantangan dari Prof Eko. Kegiatan kali ini ditemani oleh sang moderator yang juga sang motivator andal Bu Sri Sugiastuti ( Bu Kanjeng).

Menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Menulis tidak semudah berbicara atau bergosip , ngobrol ngelantur tak tentu arah. Maka mulailah menulis, justru dengan adanya tantangan maka akan semakin memacu kita untuk menulis. Perjuangan yang telah dilewati oleh narasumber sangat  luar biasa dari mulai membuat resume selama pelatihan, menghasilkan buku dan lahirlah CINTA MENULIS. Sebelum menulis buku hal yang paling mendasar adalah tentukan dan temukan alasan mengapa kita harus menulis. Berikut ini adalah alasan narasumber menjadi penulis di antaranya :
  • Mewariskan ilmu lewat buku. 
  • Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.
  • Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.
Bisa jadi kita  mempunyai alasan yang sama dengan narasumber yang hebat ini. Semoga kita bisa mengikuti jejaknya.
Ada 3 pola dalam menulis buku nonfiksi :
  • Pola Hierarkis (Disusun berdasarkan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) contohnya buku pelajaran.
  • Pola Prosedural Buku disusun berdasarkan urutan proses)
  • Pola Klaster (Buku disusun secara terperinci poin per poin )


Sumber : Dokumentasi Bu Iin




Proses penulisan buku terdiri dari 4 langkah :
  • Pratulis
  • Menulis Draf
  • Merevisi draf
  • Menyunting naskah
  • Menerbitkan
Langkah Pertama daham tahan Pratulis adalah :
  • Menentukan tema
  • Menemukan ide
  • Merencanakan jenis tulisan
  • Mengumpulkan bahan tulisan
  • Bertukar pikiran / diskusi
  • Menyusun daftar
  • Meriset
  • Membuat Mind Mapping (Kerangka penulisan)
  • Menyusun kerangka
Tema  bisa ditentukan satu saja contoh tema buku nonfiksi : Parenting , Pendidikan, Motivasi
Untuk mendapatkan ide menulis kita dapat dari beberapa sumber di antaranya : Pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, Berita dari media massa, Status di facebook / Twitter/WhatApp/Instagram, Imajinasi, Mengamati lingkungan, Perenungan dan membaca buku.

Adapun anatomi buku yang harus kita perhatikan  terdiri dari : 
  • Halaman judul
  • Halaman Persembahan (Opsional)
  • Halaman daftar isi
  • Halaman kata pengantar (Opsional, minta kepada tokoh yang sangat berpengaruh bagi penulis)
  • Prakata
  • Halaman Ucapan terima kasih
  • Bagian / Bab
  • Halaman lampiran
  • Halaman glosarium
  • Halaman daftar pustaka
  • Halaman indeks
  • Halaman tentang penulis

Langkah kedua ; Menulis Draf
Dalam menuliskan draf ada hal yang harus kita perhatikan diantaranya: Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas dengan gaya kita masing-masing, Tidak mementingkan kesempurnaan tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan.

Langkah Ketiga : Merevisi Draf
Pada tahap ini dilakukan revisi sistematika / struktur tulisan dan penyajian, Memeriksa gambaran besar dari naskah.

Langkah ke empat : Menyunting naskah
Ini adalah langkah yang sangat memakan waktu dan ketelitian yang tinggi, karena sangat menentukan hasil tulisan kita. Diantaranya : Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI) meliputi ; Ejaan, Tata bahasa, Diksi, Data dan fakta, Legalitas dan norma.

Langkah kelima : Menerbitkan Buku
Ini sudah ditentukan ketika akan menerima tantangan dimana tulisan kita akan diterbitkan oleh penerbit mayor yaitu Penerbit Andi dari Yogyakarta.

Membaca dan melihat uraian materi yang disampaikan oleh narasumber kita kali ini rasanya,,, Macam-macam deh, dan saya salut kepada para sahabat yanh sudah mampu menaklukan tantangan dari Prof.Eko. Rasanya indah kalau kita sudah melihat hasil karya orang lain. Tapi jangan lupa kita juga harus menghargai kerja keras mereka. Saya yakin dalam prosesnya pasti selalu ada beberapa hambatan yang dialami di antaranya:
  • Hambatan waktu, ini yang menurut saya sangat sulit karena di tengah kesibukan kita sebagai pengajar dan juga kewajiban sebagai ibu, sudah barang tentu kita harus pandai membagi waktu.
  • Hambatan kreativitas, ini sangat memegang peranan yang sangat penting dalam menyelesaikan tantangan menulis, kalau kita tidak kreativ maka tulisan kita akan biasa-biasa saja dan tidak akan menarik untuk dibaca.
  • Hambatan teknis, Menulis bukan saja hanya merangkai kata-kata  tetapi tidak akan terlepas dari masalah teknik terutama dari segi kemampuan IT. Kita akan tahu jika penulis pandai IT maka hasil karya tulisannya pun akan luar biasa.
  • Hambatan tujuan, Ini harus dikuatkan dalam diri kita dan harus berkomitmen
  • Hambatan psikologis, tekadang kita suka tidak percaya diri pada apa yang sudah kita hasilkan. Apalagi kalau ada yng mengkritik. Sejatinya kritikan akan membuat kita semakin maju, tapi terkadang kita suka terbawa perasaan.









Ada beberapa pertanyaan dari para peserta yang dapat di simpulkan bahwa :
  • Ketika kita menerima tantangan, kita harus siap dan fokus, terus fokus satu titik, satu tujuan menulis buku adalah akan menorehkan sejarah yang bisa dikenang anak cucu.
  • Kesempatan tidak akan datang dua kali, kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar. Take it or leave it, Now or never
  • Ada dua jenis artikel yaitu artikel populer dan artikel ilmiah. Artikel populer diterbitkan oleh media massa dengan judul yang sangat provoaktif dan menimbulkan rasa ingin tahu. Artikel  ilmiah diterbitkan di jurnal ilmiah.
  • Judul harus mencerminkan ide utama atau memberi informasi kepada pembaca.
  • Dalam anatomi buku ada halaman Glosarium maksudnya adalah daftar kata atau istilah yang disusun secara alfabet dan dilengkapi dengan penjelasan.
  • Ada teknik parafrase agar kita terhindar dari plagiarisme yaitu dengan cara membaca sumber aslinya.
  • Gunakan aplikasi Google scholar.
Demikianlah pelatihan menulis kali ini sangat banyak membangkitkan motivasi untuk para penulis pemula. Semoga kita bisa mengikuti jejaknya.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Paling Populer

Latihan Mengoja Diri