RESUME MENULIS GEL 17

Jumat, 22 Januari 2021

Mental Seorang Penulis


 


  

 Ini adalah pelatihan hari ke 9.  Nara Sumbernya masih muda namun sudah kaya akan karya. Sudah cocok sekali kalau beliau disebut penulis.  Beliau adalah salah satu alumni dari kegiatan belajar menulis bersama Om Jay digelombang ke 7. Kalau saya masih baru berani menulis. Beliau adalah seorang guru IPA di SMPN 1 Cipeundeuy -Subang. Nah ini yang selalu diributkan oleh kita, ternyata menulis itu berlaku untuk siapa pun dengan latar belakang pendidikan apa pun. Dan terbukti nara sumber kali ini adalah seorang guru dengan latar belakang IPA tetapi hasil karya dalam bidang menulisnya sangat luar biasa. Semua orang bisa menulis, namun yang membedakan adalah bagaimana cara dan hasil dari menulisnya itu yang akan beda. 

Nara sumber kita sudah memiliki kemampuan menulis sejak kecil, berawal dari menlis dibuku diary,berganti menulis ke Mading (Majalah Dinding), Menulis di friendster, dan Blog. Pernah menulis novel dan hasilnya dibagikan kepada temannya. Panjang sekali perjuangannya, dan semua memerlukan suatu kekuatan bathin yang sangat kuat, dan terbentuklah pribadi yang tangguh. Nara sumber memaparkan tentang bagaimana mental seorang penulis. Seorang penulis harus memiliki :

  1. Siapa konsisten, jika kita sudah berniat untuk meningkatkan keahlian menulis maka kita harus ingat bahwa menulis adalah sebuah kata kerja. Artinya  harus ada tindakan nyata. Saat ini banyak sekali platform untuk menulis yang dapat kita manfaatkan. Semua orang bisa menulis. Tapi, untuk jadi penulis andal, butuh mental yang sangat kuat. Agar kita memiliki mental untuk konsisten adalah dengan mengenal diri sendiri. Rasa malas terkadang datang mendera, kita harus fokus pada apa yang akan kita kerjakan. Kalau satu kali saja kita terlewat membuat resume maka akan semakin menambah rasa malas. Jadi tetap harus konsisten. 
  2. Siap dikritik,  saat kita memutuskan bahwa hasil tulisan kita di blog/buku/media sosial/ media massa. Maka penting kita sadari bahwa tulisan kita akan menjadi milik publik. Dengan demikian kita harus menyiapkan mental untuk menerima masukan. Bersiap bila ada yang mengkritik pedas. Kritikan yang datang dari seorang yang berkompeten akan sangat berharga untuk kemajuan kita. Terkadang postingan kita juga tidak ada yang berkunjung, sedih juga apa ada yang salah?.Ada baiknya juga kita harus mau memberi masukan dan kritik kepada blog teman. Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, rajinlah memberi komentar positif dan komentar yang menyemangati.
  3. Siap belajar,  Dengan membaca maka akan semakin terbuka jendela dunia. Kosa kata kita akan bertambah banyak. Siap belajar mencoba dan mengaplikasikan. Lapar membaca akan semakin menambah kekuatan dalam menulis. Kapanpun, dari manapun, dimanapun kita harus mau menjadi gelas kosong yg siap menerima ilmu.
  4. Siap ditolak, ini mungkin akan terjadi apabila kita mencoba mengajukan naskah kita kepada penerbit, atau bahkan naskah kita akan mulus sampai kepada penerbit. Itu semua tergantung naskah yang kita sodorkan. Saat naskah kita ditolak, coba lagi dan lagi, atau mencari alternatif lain. Misalnya dengan meerbitkan sendiri atau dipublish di berbagai media sosial. Belajar dari penulis terkenal dan luar biasa yait JK Rowling dimana naskahnya pernah ditolak oleh belasan penerbit. Bayangkan jika mereka berhenti berjuang saat ditolak penerbit satu dua kali, mungkin sampai saat ini kita tidak akan menikmati hasil karya beliau.
  5. Siap jadi unik, Untuk menjadi unik maka jadilah diri sendiri, berikan warna yang berbeda. Terkadang kita tidak menyadari keunikan kita sendiri. Namun semakin kita sering menulis maka akan terlihat gaya menulis kita. Jadilah penulis yang jujur apa adanya dan ada apanya. Tidak dibuat-buat/ dipaksakan namun tetap berbobot. Selain itu juga kita harus meningkatkan kemampuan menulis kita dan teruslah menulis.
Ada beberapa pengalaman dari nara sumber kita kali ini diantaranya : 
  • Pernah ditolak oleh media
  • Pernah ditolak oleh penerbit
  • Terjadi perdebatan antar penulis
Semua itu dilalui dengan penuh kesabaran sehingga beliau bisa menghasilkan banyak karya. Kita hanya bisa menikmati hasilnya tanpa tahu apa yang dialami oleh penulis, bagaimana jatuh bangunnya beliau. Maka hargailah setiap hasil karya tulisan teman kita. Berikanlah apresiasi untuk setiap tulisannya walaupun hanya dengan emotik jempol saja, itu sudah sangat luat biasa. Terkadang kita suka malas membaca tulisan teman sendiri, mulai sekarang hilangkan rasa itu, tetaplah saling mendukung karena itu akan menjadi salah satu obat yang paling mujarab dalam menumbuhkan mental seorang penulis. 







14 komentar:

  1. Informatif sekali tulisannya, ayo segera bukukan, semangat sobat...

    BalasHapus
  2. Resume yg mengalir..
    Terimakasih sudah berbagi Bu Ai
    Sehat selalu

    BalasHapus
  3. Membaca dapat menambh wawasan kosa kata kita.jika ingin jd pwnukus maka membacalah. Mbaca dan menulis adalah hal yg tdk bisa dipisahkan.semngat untuk terus membaca dan menulis..minimal kasih koment tulisan teman

    BalasHapus
  4. Menjadi penulis yang unik dan memiliki warna yang berbeda

    BalasHapus
  5. Menjadi penulis yang unik dan memiliki warna yang berbeda

    BalasHapus

Posting Paling Populer

Latihan Mengoja Diri