RESUME MENULIS GEL 17

Minggu, 24 Januari 2021

Alur/Plot dan Penokohan Dalam Menulis Fiksi


 











Kali ini adalah pertemuan kedua dalam kegiatan #Selasa Berbagi. Dengan judul Alur dan Penokohan. Dalam penulisan cerpen kita harus merancang dulu untuk menentukan Alur dan Penokohan, tujuannya agar cerita cerpen tidak lari-lari. Saya sering juga tiba-tiba ada nama tokoh baru dalam cerpen saya dan saya lupa penokohannya. Nah sekarang belajar membuat cerpen sesuai aturannya. Di bawah bimbingan Pa Sudomo S.PT yang lebih saya kenal dengan panggilan pena Pa Bianglala. Kegiatan selasa ini berbarengan dengan kegiatan latihan. Maaf master

    




Tema    :   Perjuangan demi mewujudkan cita-cita
Premis  :  Seorang anak SMK yang memiliki hobi pada bidang kesenian. Dia berjuang keras agar masuk dalam daftar atlet Marchingband Kabupaten yang akan bertanding dalam Porda Jawa Barat
 

Unsur Alur/Plot

  • Pengenalan Cerita 
Semua berawal dari sepucuk  surat  yang di terima dari PDBI  Jabar yang memberi kabar bahwa secepatnya harus mencari atlet yang akan dibina untuk persiapan BK Porda Jabar. Berbagai syarat dan ketentuan dalam BK Porda sangat banyak sekali. Bahkan mata lombanya pun ada 10. Kami sebagai pengurus PDBI Kabupaten harus secepatnya merealisasikan isi dari surat yang di kirimkan PDBI Jabar. Kita bekerjasama dengan Koni pemerintah daerah.  Baru kali ini kabupaten kami mengikut sertakan marchingband dalam BK Porda.  Untuk memenuhi kegiatan BK Porda kami bekerja keras harus mengumpulkan anak-anak usia 15 tahun - 22 tahun. Sementara suasana sedang Pandemi semua serba kesulitan dengan berbagai peraturan Covid. 

  • Awal Konflik
Kita panitia berjibaku dengan segala persiapan. Surat disebar ke semua sekolah tingkat SMP/MTs, SMA/SMK diutamakan untuk yang sekolahnya memiliki kegiatan ekstrakulikuler marchingband. Terkumpulan calon atlet ada sekitar 100 orang. Dikarenakan terlalu banyak dan dalam suasana pandemi maka kami selaku panitia melaksanakan seleksi per wilayah. Ada wilayah utara dan wilayah selatan. Tidak semua sekolah mengirimkan calon atletnya. Banyak yang terkendala. Banyak calon atlet yang berjalan sendiri karena mereka mempunyai kemauan yang sangat besar.

  • Menuju Konflik
Setelah melewati beberapa kali seleksi akhinya panitia harus menentukan calon atlet yang benar - benar memenuhi syarat. Persyaratan yang panitia siapkan sangat ketat. Kegiatan penyeleksian kami lakukan didaerah pinggiran karena kami terkendala dengan aturan pandemi. Banyak sekali aturan yang harus kita lakukan. Jangan sampai suatu saat kita sedang di lapang di bubarkan oleh Satgas Covid. 
Pelaksanaan seleksi telah dilalui dan kita sudah mendapatkan atlet sebanyak 60 orang. Latihan rutin mulai dilakukan setiap hari kamis, Sabtu, Minggu. Konflik mulai muncul ketika para atlet mulai latihan. Pemusatan latihan dilakukan di GOR  pusat kota. Banyak anak yang mulai mengeluh karena mereka harus latihan dengan jarak yang sangat jauh dari rumah mereka. Orang tua mulai mengeluh karena anaknya harus pulang sore. Semua dikarenakan jarak tempat latihan yang jauh.
  • Konflik Memuncak / Klimaks
Latihan rutin dilakukan. Kami panitia mulai melihat bagaimana keseriusan atlet dalam mengikuti latihan. Setiap kali latihan ada saja atlet yang tidak hadir dengan tanpa keterangan. Peraturan dari Porda bahwa kabupaten yang akan mengikuti BK Porda harus mengikuti 5 mata lomba. Dan yang paling mengejutkan adalah jumlah atlet yang dibatasi hanya 25 dengan 5 mata lomba. Sudah terbayang bagaimana lelahnya para atlet. Kami panitia harus berpikir bagaimana kami harus betul-betul menyeleksi atlet yang sudah berlatih sekitar 3 bulan lamanya. Ada persaingan yang muncul diantara atlet. Bagi atlet yang sudah sering tidak hadir itu sudah pasti tidak akan masuk nominasi. Lain halnya dengan atlet yang rajin dan memiliki kemampuan tetapi postur tubuh tidak memadai. Bukan hal yang mudah bagi panitia. Belum lagi masalah dana untuk biaya operasional latihan.
  • Penyelesaian Konflik
Panitia harus berpikir keras bagaimana caranya kita harus mencari solusi agar semuanya dapat berjalan baik. Pihak Koni dan Pemda akhirnya dapat memahami keadaan kami dilapangan. Team pelatih berjibaku agar menghasilkan team marchingband yang dapat tampil memukau dan pulang membawa piala kejuaraan.

Penokohan

Tokoh Antagonis : Rangga dan Pa Jajang
Watak Rangga : Pemarah, emosi dan provokator, mau menang sendiri. Jago main terompet
Pa Jajang  :       Tidak mau mengikuti peraturan yang telah ditetapkan. Pemalas. Beliau adalah pengurus PDBI Purwakarta 

Tokoh Protagonis : Deden, Pa Ahmad
Watak Deden : Anak penurut, pintar, sipatnya gemulai kaya anak perempuan sehingga suka disebut bencong, keahlian sebagai majoreete (Gita Pati)
Pa Ahmad  : Berwatak teguh pada pendirian, sangat dekat dengan anak-anak, bertanggung jawab, beliau adalah manager team BK Porda

Tokoh Triagonis  : Pa Cucu dan Pa Ajat, Bu Desi
Pa Cucu wataknya mengayomi, sering memberi nasihat, beliau ketua panitia, bijaksana
Pa Ajat  wataknya pekerja keras, baik hati, dekat dengan anak, sebagai kepala pelatih.
Bu Desi : wataknya bijaksana, baik hati, beliau adalah pelatih.

Piguran : Bu Dini, Bu Ai, Bu Ergy, Pa Dera, Pa Adang, Pa Iwan, Pa Chandra, Bu Keni
semuanya adalaha team official dan pelatih yang selalu senantiasa mengikuti kegiatan PDBI

11 komentar:

  1. Bunda Ai... Trimks sdh share ilmunya keren...

    BalasHapus
  2. Wah seru kyknya cerita yg penuh kejutan2 masalah..

    BalasHapus
  3. terimakasih sharing ilmunya ya bun
    salam kenal :)

    BalasHapus
  4. terimakasih sharing ilmunya ya bun
    salam kenal :)

    BalasHapus
  5. Latar yang menggambarkan dunia olah raga, jarang saya baca dalam cerpen. Semoga saya sabar menantinya. Semangat dan sukses Bunda Ai. Ditunggu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sudah mampir. Semoga saya bisa menyelesaikan cerpennya

      Hapus
  6. Mantap, Bu Ai. Siap dijadikan cerpen. Semangat menulis

    BalasHapus

Posting Paling Populer

Latihan Mengoja Diri